Sejumlah Kasus Judi Togel yang Silih Berganti Timbulkan Masalah di Masyarakat Indonesia

 Silih Berganti Timbulkan Masalah di Masyarakat Indonesia

Togel atau toto gelap merupakan jenis judi undian yang dahulu pernah beberapa kali dilegalkan secara resmi di Indonesia. Togel awalnya merupakan judi undian resmi yang diberi nama toto. Beberapa kali jenis judi undian ini mengalami pasang surut dan dinyatakan resmi dihalalkan serta beberapa kali pula resmi dilarang. Terakhir judi undian resmi ditutup dan dinyatakan terlarang tahun 1995. Tetapi masyarakat yang sudah terlanjur menikmati kesenangan dan kenikmatan judi jenis undian ini membuka perjudian kembali dengan caranya sendiri yang disebut toto gelap atau togel. Masyarakat seolah dibutakan dengan kenyataan hingga tak menyadari telah tertipu bandar togel terbesar.  Bandar togel berdalih bahwa togel yang dibangun mengacu kepada judi undian resmi yang berada di Singapura atau Malaysia. Padahal sebenarnya tidak.

Pasang surut legalitas judi undian ini telah membuktikan bahwa judi undian sangat digemari oleh masyarakat, terutama masyarakat miskin. Ada beberapa hal yang menyebabkan masyarakat terutama masyarakat miskin sangat menggandrungi judi jenis ini.

Ini Masalah yang Menyertai Pasang Surut Judi Togel di Indonesia

Dibalik legalitas judi undian silih berganti yang pernah dilegalkan terjadi di Indonesia, telah membuka tabir kegemaran terutama kalangan miskin mengenal judi undian yang menurutnya menguntungkan. Padahal judi, apapun bentuknya selalu memiliki dampak berupa kemiskinan, kemalasan, dan penderitaan. Ironisnya judi undian togel justru digemari oleh kalangan miskin yang memang sudah miskin hingga tak kuasa menolak judi. Selama berpuluh tahun masyarakat miskin terperdaya telah tertipu bandar togel online. Akibatnya, kemiskinan masif terjadi hampir di seluruh Indonesia. Atas dasar ini pula pemerintah menyatakan judi undian terlarang sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Larangan ini didasari fakta-fakta dari dampak mengerikan yang ditimbulkan seperti berikut ini.

1. Kasus Bunuh Diri Meningkat

Tahun-tahun keemasan judi undian yang dilegalkan pemerintah yakni tahun 1990-an telah menciptakan fenomena baru dalam kasus bunuh diri. Saat itu masyarakat yang hidupnya sudah miskin dibuat makin miskin karena perjudian jenis ini. Kemiskinan inilah yang mendorong orang-orang miskin itu berlomba bunuh diri karena ketidakmampuannya mengendalikan emosi. Ironisnya, masyarakat miskin ini sama sekali tidak merasa tertipu bandar togel yang telah menjarah hasil kerja mereka seharian.

2. Kegilaan Meningkat

Di samping bunuh diri, kondisi yang tidak kalah mengerikan adalah meningkatnya jumlah kegilaan atau orang-orang gila. Kegilaan bisa berupa tingkah laku masyarakat yang melampaui norma-norma sosial dengan sikap anomali dan tidak masuk akal. Mereka berlomba-lomba mempercayai tahayul demi memperoleh kombinasi angka-angka yang menurutnya tepat. Banyak diantara mereka yang menelan bulat-bulat semua informasi perdukunan. Bahkan tak sedikit yang mencoba berbuat klenik demi memburu angka-angka jitu.

Sementara itu jumlah orang-orang gila makin meningkat karena dorongan ambisi berjudi yang lebih tinggi dan usaha-usaha yang gagal saat berusaha memperoleh angka angka jitu ini. Usaha yang luar biasa gigih dalam mendapatkan angka-angka jitu ini dengan cara tindakan anomali dan tidak masuk akal dan didorong oleh harapan yang tinggi, ternyata semua berakhir dengan hampa. Mereka tak dapat menerima semua kenyataan ini, tetapi dapat menerima tipu daya bandar togel yang telah mengeluarkan angka-angka yang telah direkayasa. Benar, mereka telah tertipu bandar togel, tetapi enggan menghentikan kegilaannya.

COMMENTS